TOEFL beda lho, dengan IELTS

Saat ini kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu syarat untuk bisa melanjutkan pendidikan  ke Perguruan Tinggi Negeri, terutama untuk program Magister dan Doktor. Ukuran kemampuan berbahasa Inggris yang paling umum digunakan adalah sertifikat TOEFL (Tes of English  as a Foreign Language) atau IELTS (International English Language Testing System).

Mungkin banyak orang yang mengira bahwa TOEFL itu sama dengan IELTS, nyatanya kan sama-sama ukuran tingkat kemampuan berbahasa Inggris seseorang. Tapi, ternyata TOEFL berbeda dengan IELTS.

Perbedaan Tujuan

Tujuan utama dari TOEFL adalah untuk menentukan kemampuan seseorang berbicara, membaca, memahami, dan menulis dengan cukup baik untuk mengikuti perkuliahan yang berbasis bahasa Inggris. Pertanyaan-pertanyaan, bahan bacaan, dan bahan mendengarkan, semua dirancang untuk masuk ke tingkat perguruan tinggi.

Sementara, tujuan dari IELTS adalah untuk membuktikan Anda memiliki standar tertentu dalam bahasa Inggris. Program IELTS dirancang untuk mereka yang ingin bekerja atau melanjutkan studi di luar negeri. IELTS ini diakui oleh institusi pendidikan di Inggris, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Hongkong, Irlandia, Afrika Selatan, dan sejumlah badan profesional lainnya di seluruh dunia.

Perbedaan Struktur

Sistem pendaftaran TOEFL, biasanya dapat diambil secara online atau secara langsung di tempat yang telah ditentukan. Bila diambil secara online, pendaftar memiliki waktu empat jam untuk menyelesaikan tes membaca, mendengar, menulis, dan berbicara. Setiap tes memiliki batas waktu sendiri. Tes secara langsung serupa strukturnya dengan tes online, tetapi memiliki lebih banyak pada ujian tes tertulisnya dibandingkan dengan tes berbahasa. Keduanya serupa, hanya formatnya yang berbeda.

 Pendaftar yang mengambil tes IELTS biasanya diminta untuk melengkapi empat modul (berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan). Setelah itu, para pendaftar akan menerima sebuah berkas atau skor yang ditampilkan pada formulir laporan IELTS. Skor tertinggi bernilai 9, ini berarti orang tersebut benar-benar kompeten di semua bidang

Tes mendengar dan berbicara sama pada kedua versi tes akademik dan ujian umum, tetapi untuk tes membaca dan menulis tidak. Ujian IELTS memakan waktu 2 jam 45 menit. Tes mendengarkan, membaca, dan menulis harus diselesaikan pada hari yang sama. Sedangkan tes berbicara membutuhkan waktu seminggu, sebelum atau setelah tes tertulis.

Perbedaan Standar

Untuk mendaftar program sarjana, universitas di dunia umumnya mensyaratkan skor TOEFL iBT 79-80 atau sama dengan skor 550 paper based TOEFL. Sedangkan untuk program pasca sarjana (S2 dan S3), skor yang dibutuhkan mencapai 110-115 atau setara dengan 600-650 skor based paper TOEFL.

Sementara itu untuk skor IELTS, dibutuhkan band scale dalam rentang 6.0 – 6.5 untuk program sarjana dan band scale 7.0 – 7.5 bagi peminat program pascasarjana.

Itulah tiga perbedaan mendasar dari TOEFL dan IELTS, tes mana yang akan Anda pilih tentunya disesuaikan dengan yang diinginkan dari perguruan tinggi tujuan.

Semoga bermanfaat.

 

Sumber : www.kompas.com , 28 Maret 2012